PEMBUATAN INJECTOR TESTING RIG BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER
Master Theses from JBPTITBPP / 2009-03-02
09:42:56
Oleh : CHRISTIAN ARTHUR SILALAHI (NIM 23105011), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007, dengan 7 file
Oleh : CHRISTIAN ARTHUR SILALAHI (NIM 23105011), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007, dengan 7 file
Motor bensin merupakan mesin yang melakukan
konversi energi yang terkandung dalam bahan bakar menjadi energi mekanik.
Proses ini diawali dengan pencampuran bahan bakar (bensin) dengan udara,
kemudian campuran masuk ke dalam ruang bakar selanjutnya dibakar dengan bantuan
busi. Pada awalnya sistem pencampuran bahan bakar ini dilakukan dengan
mengunakan karburator, tetapi seiring dengan kemajuan bidang kontrol dan
sensor, pencampuran bahan bakar dan udara dilakukan dengan sistem injeksi agar
dicapai kondisi operasi yang lebih efisien. Berbagai sensor yang memantau
kondisi mesin merupakan pemberi input data ke Electronic Control Unit (ECU) dan
selanjutnya ECU menghasilkan sinyal yang memerintahkan injektor untuk
menyemprotkan bensin.Penggunaan sistem injeksi juga dapat mengalami masalah
bila kualitas bahan bakar yang melewatinya tidak baik.
Bensin yang berkualitas rendah akan cenderung
membentuk deposit pada injektor, yang dapat menyebabkan pengurangan laju aliran
bensin pada kondisi yang sudah ditetapkan ECU. Campuran bensin-udara yang tidak
stokiometrik akan menyebabkan daya motor berkurang selain itu akan menghasilkan
emisi gas buang lebih tinggi.Untuk mengetahui derajat terbentuknya deposit pada
injektor diperlukan alat uji yang dapat melakukan pengukuran secara kualitatif
dan kuantitatif, yaitu melalui pengamatan bentuk semprotan yang terjadi dan
pengukuran volume semprotan injektor Alat uji yang dikembangkan dalam
penelitian ini dapat dipakai sebagai alat ukur untuk pengujian deposit pada
injektor yang mengacu pada standar ASTM D5598.
Untuk
menggantikan fungsi ECU yang memberikan sinyal ke injektor, dikembangkan sistem
kontrol berbasis PLC yang dipilih karena kemudahan dalam pemrogramannya. PLC
diprogram agar memberikan sinyal kepada injektor dalam 3 mode yang mewakili 3
putaran motor. Pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap injektor yang
dianggap mewakili keadaan injektor yang sudah terbentuk deposit. Sesuai dengan
standar ASTM D5598, dilakukan perbandingan injektor sebelum dan sesudah diukur
untuk mengetahui deposit yang terbentuk. Jika suatu saat dibutuhkan pengujian
dengan mode yang berbeda maka PLC dapat diprogram ulang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar