MODIFIKASI MOORING WINCH PADA KAPAL KERUK MERAPIN
ANALYSIS STUDY OF DREDGE
STABILITY FROM CONSEQUENCE OF MODIFICATION LAND OPERASION TO SEA OPERASION
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-04-16
14:42:50
Oleh : ERIK JEREMIA M.S (NIM : 13104127); Dosen pembimbing : Dr. Ir. Bagus Budiwantoro, S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 7 file
Keyword : Kapal keruk merapin, mooring winch, analisis gaya,
Oleh : ERIK JEREMIA M.S (NIM : 13104127); Dosen pembimbing : Dr. Ir. Bagus Budiwantoro, S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 7 file
Keyword : Kapal keruk merapin, mooring winch, analisis gaya,
Kapal keruk merapin adalah kapal keruk milik
PT. Koba Tin yang beroperasi sejak 1987 sampai 2002 untuk kondisi operasi
tambang timah di darat. PT Koba Tin berrencana untuk mengaktifkan kembali kapal
keruk merapin dan mengoperasikannya di lepas pantai. Untuk memenuhinya berbagai
macam perbaikan dan modifikasi rancangan kapal keruk diperlukan. Salah satu
perbaikan dan modifikasi yang harus dilakukan yaitu pada mooring winch. Hal ini
dilakukan karena beban yang diperlukan untuk menggerakkan kapal
bertambah sebagai akibat dari penambahan peralatan di atas kapal keruk,
penambahan panjang ladder dan pengoperasian kapal di laut agar mooring winch
dapat menggerakkan kapal dengan aman terlebih untuk pengoperasian lepas pantai. Dalam
tugas akhir ini dilakukan analisis gaya yang diperlukan untuk menggerakkan
kapal kedepan dan kesamping.
Besarnya gaya untuk menggerakkan kapal ini
kemudian digunakan untuk menentukkan spesifikasi komponen-komponen utama
mooring winch seperti wire rope, motor listrik, pulley penghantar, drum, sistem transmisi, dan kekuatan struktur pulley penghantar
samping. Setelah mendapatkan spesifikasi komponen-komponen mooring winch yang
akan digunakan maka dapat diperkirakan berat komponen-komponen
tersebut. Data berat tersebut kemudian digunakan untuk mensimulasikan kekuatan
struktur pondasi mooring winch yang akan digunakan.
Dari hasil analisis didapatkan gaya yang
terbesar untuk menggerakkan kapal adalah ketika kapal bergerak kedepan yaitu
sebesar 453,22 kN dan diameter kabel baja yang digunakan adalah sebesar 44 mm.
Untuk sistem mooring winch digunakan 1 buah motor dengan
daya 125 Hp dan putaran 1000 rpm. Tegangan maksimum pada pulley penghantar
samping terjadi pada cast steel pintle bearing connector sebesar 179,24 Mpa.
Tegangan von mises maksimum pada pondasi Mooring Winch yang terjadi
sebesar 129 Mpa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar