bagus prakoso
Senin, 01 Desember 2014
Minggu, 30 November 2014
PEMBUATAN INJECTOR TESTING RIG BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER
Master Theses from JBPTITBPP / 2009-03-02
09:42:56
Oleh : CHRISTIAN ARTHUR SILALAHI (NIM 23105011), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007, dengan 7 file
Oleh : CHRISTIAN ARTHUR SILALAHI (NIM 23105011), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2007, dengan 7 file
Motor bensin merupakan mesin yang melakukan
konversi energi yang terkandung dalam bahan bakar menjadi energi mekanik.
Proses ini diawali dengan pencampuran bahan bakar (bensin) dengan udara,
kemudian campuran masuk ke dalam ruang bakar selanjutnya dibakar dengan bantuan
busi. Pada awalnya sistem pencampuran bahan bakar ini dilakukan dengan
mengunakan karburator, tetapi seiring dengan kemajuan bidang kontrol dan
sensor, pencampuran bahan bakar dan udara dilakukan dengan sistem injeksi agar
dicapai kondisi operasi yang lebih efisien. Berbagai sensor yang memantau
kondisi mesin merupakan pemberi input data ke Electronic Control Unit (ECU) dan
selanjutnya ECU menghasilkan sinyal yang memerintahkan injektor untuk
menyemprotkan bensin.Penggunaan sistem injeksi juga dapat mengalami masalah
bila kualitas bahan bakar yang melewatinya tidak baik.
Bensin yang berkualitas rendah akan cenderung
membentuk deposit pada injektor, yang dapat menyebabkan pengurangan laju aliran
bensin pada kondisi yang sudah ditetapkan ECU. Campuran bensin-udara yang tidak
stokiometrik akan menyebabkan daya motor berkurang selain itu akan menghasilkan
emisi gas buang lebih tinggi.Untuk mengetahui derajat terbentuknya deposit pada
injektor diperlukan alat uji yang dapat melakukan pengukuran secara kualitatif
dan kuantitatif, yaitu melalui pengamatan bentuk semprotan yang terjadi dan
pengukuran volume semprotan injektor Alat uji yang dikembangkan dalam
penelitian ini dapat dipakai sebagai alat ukur untuk pengujian deposit pada
injektor yang mengacu pada standar ASTM D5598.
Untuk
menggantikan fungsi ECU yang memberikan sinyal ke injektor, dikembangkan sistem
kontrol berbasis PLC yang dipilih karena kemudahan dalam pemrogramannya. PLC
diprogram agar memberikan sinyal kepada injektor dalam 3 mode yang mewakili 3
putaran motor. Pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap injektor yang
dianggap mewakili keadaan injektor yang sudah terbentuk deposit. Sesuai dengan
standar ASTM D5598, dilakukan perbandingan injektor sebelum dan sesudah diukur
untuk mengetahui deposit yang terbentuk. Jika suatu saat dibutuhkan pengujian
dengan mode yang berbeda maka PLC dapat diprogram ulang.
ANALISIS KEGAGALAN TERHADAP
NOSE LANDING GEAR AXLE
Undergraduate
Theses from JBPTITBPP / 2009-02-11 14:43:09
Oleh : MUHAMMAD DODY KURNIAWAN (NIM 13101011), S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2008, dengan 7 file
Oleh : MUHAMMAD DODY KURNIAWAN (NIM 13101011), S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2008, dengan 7 file
Sebuah pesawat mengalami kecelakaan dan
mengakibatkan kerusakan nose landing gear dan komponen lainnya. Komponen nose
landing gear yang patah adalah axle kiri dan kanan.
Untuk mencari beban yang menyebabkan nose landing gear axle
patah, dalam penelitian ini digunakan cara analisis tegangan dan pemeriksaan
material axle. Beban-beban tersebut dapat dicari dengan data berikut:
1. Bentuk dan ukuran patahan yang terjadi pada axle.2. Dimensi komponen.
3. Kekuatan material axle.
Uji kekerasan dilakukan dengan menggunakan
mikro Vickers. Hasil dari uji keras tersebut menunjukkan permukaan lebih keras
dibandingkan bagian dalam. Kekerasan yang tidak merata disebabkan karena bagian
tengah dalam mengalami pendinginan yang lebih lama dari permukaan sehingga atom
karbon lebih banyak berdifusi keluar membentuk carbide. Pada bagian permukaan,
atom-atom karbonnya langsung terperangkap dan fasanya martensit.
Proses
perlakuan panas yang terjadi pada axle ini adalah quenching dan tempering.
Berdasarkan analisis tegangan dengan metode mekanika klasik didapat besar beban
penyebab patahnya nose landing gear axle jauh melebihi gaya statik yang
dapat diterima. Beban tersebut jauh lebih besar dari beban pesawat sehingga
dapat disimpulkan pada saat mendarat nose landing gearmenyentuh landasan terlebih
dahulu.
APLIKASI METODE OPTIMASI
PADA PERANCANGAN AWAL MESIN BRIKET BATUBARA JENIS ROLLER PRESS
Master Theses from JBPTITBPP / 2014-04-11
15:01:06
Oleh : ASEP INDRA KOMARA (NIM : 231 06 005); Pembimbing : Dr. Ir. I Wayan Suweca, S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 8 file
Oleh : ASEP INDRA KOMARA (NIM : 231 06 005); Pembimbing : Dr. Ir. I Wayan Suweca, S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 8 file
Perancangan adalah proses
yang iteratif. Proses perancangan konvensional bergantung kepada intuisi,
pengalaman-pengalaman dan keahlian yang dimiliki seorang perancang. Saat ini
proses perancangan dilakukan untuk mencari solusi rancangan yang optimum melalui proses
optimasi perancangan. Merancang tidak hanya banyak atau sedikitnya intuisi yang
memandu seorang perancang untuk membuat inovasi baru, tetapi juga terdiri atas
analisis, hasil-hasil presentasi, simulasi
dan optimasi. Hal ini merupakan unsur penting dalam proses iterasi menuju
rancangan yang feasible dan rancangan akhir yang optimum. Konsep perancangan awal dengan
optimasi ini (earlier design optimization) akan diterapkan pada perancangan
sistem roller press pada mesin pembriketan batubara untuk
mencari dimensi optimum dari sistem roller press dan kapasitas pembriketan untuk satu
unit mesin.
Proses optimasi perancangan
sistem roller press memiliki beberapa fungsi tujuan
(multicriteria design optimization) dengan beberapa parameter rancangan yang
meliputi karakteristik material batubara, kondisi operasi mesin pembriketan dan
kondisi alat transportasi. Parameter lain yang berkaitan dengan model geometrik
diatur melalui parametric design. Parameter-parameter tersebut dirumuskan kedalam
persamaan matematis dan kemudian dioptimasi dengan menggunakan metode Augmented
Lagrange Multiplier (ALM).
Berdasarkan pada analisis
ini, maka dapat disimpulkan bahwa optimasi perancangan dengan parametric design
pada proses perancangan awal sistem roller press dapat diimplementasikan dengan baik.
Pada studi kasus ini diperoleh nilai kapasitas optimum sebesar 19,7 ton/jam
dengan berat sistem roller press
5268 kg.Nilai variabel rancangan dari sistem roller press dapat digunakan sebagai acuan awal
perancangan pada tahapan perancangan selanjutnya sampai pada pengembangan
rancangan detail akhir.
Senin, 24 November 2014
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI
SISTEM KENDALI PI ANTI WINDUP KONVERTER DC-DC 2 KUADRAN PADA SISTEM TENAGA
HIBRIDA BERBASIS SEL BAHAN BAKAR HIDROGEN
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-08-21 14:33:25
Oleh : STEVEN TASLIM (NIM : 13206021); Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Bambang Riyanto Trilaksono; Dr. Ir. Pekik Argo Dahono, S1 - Department of Electrical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 7 file
Oleh : STEVEN TASLIM (NIM : 13206021); Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Bambang Riyanto Trilaksono; Dr. Ir. Pekik Argo Dahono, S1 - Department of Electrical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 7 file
Sistem tenaga hibrida terdiri dari beberapa komponen
berupa sel bahan bakar hidrogen (Fuel Cell), baterai Li-Ion, dan juga
Superkapasitor. Adapun sistem ini digunakan untuk memberikan daya ke beban
dinamis melalui suatu DC Bus. Tujuan utama dari sistem tenaga hibrida ini
adalah untuk memperbaiki respon transien dan kinerja sistem secara keseluruhan. Konverter DC-DC yang menjadi
topik tugas akhir ini adalah konverter 2 kuadran dimana daya dapat mengalir 2
arah baik masukan (input) ke keluaran (output) ataupun sebaliknya. Konverter
ini DC-DC dirancang untuk mendukung sumber energi tambahan pada sistem yaitu
baterai dan superkapasitor. Konverter DC-DC dirancang untuk meregulasi tegangan
output DC Bus serta menyesuaikan mode kerja superkapasitor.
Mode kerja ini
dapat bersifat mengeluarkan energi (discharging) ataupun menyimpan energi
(charging). Hasil dari
perancangan konverter DC-DC adalah penggunaan saklar MOSFET sebanyak 2 buah, induktor L
sebesar 333 𝜇𝐻, kapasitor C sebesar
140.625 𝜇𝐹, serta rangkaian superkapasitor yang memanfaatkan 9
buah superkapasitor 120 F. Hasil simulasi dan implementasi menghasilkan output
sesuai dengan keinginan. Adapun frekuensi switching yang digunakan adalah 25
kHz. Untuk kendali konverter sendiri digunakan proportional integral (PI) dan
juga hysteresis sebagai pengendali arus. Adapun pengendali PI ini menggunakan
Anti Windup untuk meningkatkan kinerja dan membatasi sinyal kendalian yang
dihasilkan.
Setelah dilakukan perancangan dan implementasi DC
konverter, dilakukan suatu pemodelan dinamis untuk menghasilkan suatu model
yang menggambarkan karakteristik dari konverter. Model dinamis ini dibentuk
dalam ruang keadaan dengan mengambil arus induktor dan
tegangan kapasitor sebagai status, tegangan bus sebagai output, serta memiliki
3 buah input yaitu arus
superkapasitor, tegangan superkapasitor, dan faktor kerja.
PERANCANGAN DAN SIMULASI DIODA AVALANS
SILIKON 2KW DENGAN STRUKTUR GUARD RING
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-01-30 14:49:02
Oleh : ARNE ADRYANTA BANGUN (NIM 13202106), S1 - Department of Electrical Engineering
Dibuat : 2007, dengan 7 file
Oleh : ARNE ADRYANTA BANGUN (NIM 13202106), S1 - Department of Electrical Engineering
Dibuat : 2007, dengan 7 file
Gejala
transien seperti petir dapat terjadi setiap saat tanpa bisa diprediksi. Dengan
timbulnya gejala tersebut setiap saat tanpa bisa diprediksi, spikes yang
ditimbulkannya dapat memberikan energi, baik berupa arus ataupun tegangan yang
sangat besar, melalui konduktor yang terhubung pada perangkat elektronika. Jika
gejala transien tersebut memasuki suatu perangkat elektronika, maka gejala
transien tersebut akan menimbulkan impuls arus yang sangat besar terhadap
piranti-piranti yang terdapat dalam rangkaian elektronika tersebut. Apabila
batas arus atau tegangan yang sudah dispesifikasi terlewati, maka perangkat
elektronika tersebut akan mengalami kerusakan.
Oleh karena itu, proteksi gelombang pada
ribuan interface sambungan sinyal sangat dibutuhkan untuk menghindari tegangan
spikes dengan menggunakan devais Silicon Transient Voltage Suppressor (TVS).Untuk
mencegah terjadinya kerusakan pada rangkaian akibat dari gejala transien
tersebut, Laboratorium Devais dan Pemrosesan IC ITB tengah mengembangkan suatu
devais dioda avalans silikon dengan struktur Guard
Ring untuk keperluan proteksi perangkat elektronika dari gejala transien yang
dapat timbul. Devais ini terbuat dari sambungan silikon tipe-p+ dan tipe-n
serta p doped guard ring. Keunggulan struktur guard ring ini dibandingkan
struktur dioda yang umum adalah kemampuannya untuk
mengurangi arus bocor dan noise avalans.
Karakteristik
yang dimilikinya adalah breakdown dengan impact ionization. Yang diharapkan
dari dioda ini adalah dengan tegangan reverse 200
V + 20% akan menghasilkan arus sebesar 10A atau dapat melewatkan daya sebesar
2000 Watt.Untuk melihat kemampuan devais SAD dalam meredam gejala transien yang
hendak memasuki suatu perangkat elektronika, maka kita akan melakukan pengujian
dengan simulator SPICE. Dioda avalan akan dimodelkan dengan sebuah
rangkaian pengganti, sedangkan perangkat elektronika yang akan diproteksi
dimodelkan dengan sebuah resistor. Dari hasil pengujian tersebut, kita dapat
melihat kemampuan diodaavalans
yang berstruktur guard ring, 97 % terbukti mampu meredam gejala transien yang
dapat membahayakan suatu perangkat elektronika.
ANALISA DAN SIMULASI
PENGENDALI TEGANGAN DENGAN KAPASITORPADA GENERATOR INDUKSI TERISOLIR
Master Theses from JBPTITBPP / 2008-03-10 11:15:38
Oleh : Salama M. (NIM 232 92 042), S2 - Electrical Engineering
Dibuat : 1994-12-00, dengan 9 file
Keyword : Pengendali tegangan, Kapasitor, Generator induksi terisolir
Subjek : Electric power systems - Electrical engineering
Tulisan ini menganalisa suatu mesin induksi yang berfungsi sebagai generator induksi terisolir (berdiri sendiri) yang tegangan terminalnya tergantung pada parameter mesin, nilai kapasitor eksitasi, kecepatan putar dan beban. Fokus penelitian adalah menentukan kebutuhan daya reaktif (kapasitor eksitasi) generator induksi terisolir, disaat kondisi operasi yang bervariasi agar tegangan terminalnya tetap sesuai dengan yang diinginkan.
Oleh : Salama M. (NIM 232 92 042), S2 - Electrical Engineering
Dibuat : 1994-12-00, dengan 9 file
Keyword : Pengendali tegangan, Kapasitor, Generator induksi terisolir
Subjek : Electric power systems - Electrical engineering
Tulisan ini menganalisa suatu mesin induksi yang berfungsi sebagai generator induksi terisolir (berdiri sendiri) yang tegangan terminalnya tergantung pada parameter mesin, nilai kapasitor eksitasi, kecepatan putar dan beban. Fokus penelitian adalah menentukan kebutuhan daya reaktif (kapasitor eksitasi) generator induksi terisolir, disaat kondisi operasi yang bervariasi agar tegangan terminalnya tetap sesuai dengan yang diinginkan.
Pengendalian tegangan dilakukan oleh suatu program
simulasi yang menggunakan metode Bairstow's, dan mampu menentukan kebutuhan
nilai-nilai kapasitor eksitasi
pada setiap perubahan kecepatan putaran dan beban (resistansi). Teknik analisa
dan metode yang dihasilkan ini, dapat memberikan ketelitian yang sangat tinggi
untuk memprediksi karakteristik tegangan baik pada kondisi beban nol dan beban
penuh maupun ketika kecepatan putar mengalami perubahan (range) yang lebar.
Hal ini dapat dibuktikan dengan membanbandingkan hasil
program simulasi dengan hasil eksperimen yang memperlihatkan kesesuaian yang
tinggi. Eksperimen
dilakukan di Laboratorium Konversi Energi Listrik ITB dengan menggunakan
step-stepkapasitor dengan kecepatan penggerak mula
(motor DC) dan beban resistif yang berubah-ubah untuk mencapai tegangan yang
diinginkan konstan.
Langganan:
Komentar (Atom)
