ANALISIS PENGARUH SIKAP, NORMA SUBYEKTIF DAN KONTROL
PERILAKU YANG DIRASAKAN TERHADAP MOTIF ADOPSI LAYANAN IPTV DALAM TRIPLE-PLAY
SERVICE
Master Theses from JBPTITBPP /
2010-02-12 10:27:55
Oleh : ANDI AUDY OCEANTO (NIM 23406006), S2 - Industrial Engineering and Management
Dibuat : 2009, dengan 8 file
Keyword : sikap, norma subyektif, kontrol perilaku, services
Oleh : ANDI AUDY OCEANTO (NIM 23406006), S2 - Industrial Engineering and Management
Dibuat : 2009, dengan 8 file
Keyword : sikap, norma subyektif, kontrol perilaku, services
Industri
telekomunikasi di Indonesia telah berubah total setelah mulainya era kompetisi
yang ketat dengan beroperasinya 11 operator telekomunikasi. Pola kebiasaan
bertelekomunikasi masyarakat juga sudah bergeser dari telepon tetap kabel
(POTS) menjadi telepon bergerak akibat murahnya tarif yang ditawarkan. Hal ini
menyebabkan POTS yang diandalkan PT. Telkom Indonesia sebagai penyumbang
pendapatan unconsolidated terbesar cenderung untuk terus menurun pendapatannya
dari tahun ke tahun. Namun di sisi lain, perkembangan teknologi dan tren
industri telekomunikasi dunia juga telah berubah sejak adanya teknologi ADSL
2/2+.
Dengan teknologi
ini, dimungkinkan untuk diluncurkannya layanan baru dalam satu kabel telepon
yang sama selain layanan telepon, yaitu layanan internet kecepatan tinggi, dan
juga layanan yang mampu mendeliver gambar bergerak (video) yang interaktif
dalam suatu jaringan yang aman dan handal, dikenal dengan istilah Internet
Protocol Television (IPTV). Dengan strategi bundling layanan menjadi
triple-play service, layanan IPTV ini dipercaya akan menjadi andalan bagi
operator telco dunia sebagai mesin pendapatan baru untuk mengkompensasi
turunnya pendapatan dari segmen POTS. Berdasarkan penelitian sebelumnya tentang
adopsi peralatan informasi rumah tangga oleh Choi dkk (2003), penelitian ini
akan menyelediki pengaruh sikap, norma subyektif dan kontrol perilaku yang dirasakan
terhadap motif seseorang untuk mengadopsi layanan IPTV. Dari hasil penelitian
terhadap 247 responden yaitu pelanggan Speedy PT. Telkom sebagai pelanggan
potensial layanan IPTV di Bandung, diketahui bahwa motif mengadopsi layanan
IPTV hanya dipengaruhi oleh kontrol perilaku yang dirasakan, yang dibentuk oleh
faktor perubahan teknologi secara cepat dan faktor biaya.
Hal ini
disebabkan oleh daya beli sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai negara
berkembang yang masih rendah, apalagi untuk mengadopsi suatu teknologi tinggi
untuk hiburan di rumah. Dengan demikian, perusahaan penyedia layanan perlu
mempersiapkan strategi yang tepat sebelum layanan IPTV ini diluncurkan, yaitu
dengan stategi generik yang terdiri atas "diferensiasi layanan" dan "penyedia
layanan berharga murah" dalam hal "Kompetensi Pasar";
"pangsa pasar terluas" sebagai target pasar perusahaan dalam hal
"Cakupan Pasar"; serta strategi "menunggu dan memperbaiki"
dengan menunggu momentum yang tepat sambil mempelajari kekuatan dan kelemahan
kompetitor dalam industri televisi berbayar dalam hal "Waktu
Pemasaran".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar