Senin, 10 November 2014



ANALISIS PENGARUH SIKAP, NORMA SUBYEKTIF DAN KONTROL PERILAKU YANG DIRASAKAN TERHADAP MOTIF ADOPSI LAYANAN IPTV DALAM TRIPLE-PLAY SERVICE
Master Theses from JBPTITBPP / 2010-02-12 10:27:55
Oleh : ANDI AUDY OCEANTO (NIM 23406006), S2 - Industrial Engineering and Management
Dibuat : 2009, dengan 8 file

Keyword : sikap, norma subyektif, kontrol perilaku, services
Industri telekomunikasi di Indonesia telah berubah total setelah mulainya era kompetisi yang ketat dengan beroperasinya 11 operator telekomunikasi. Pola kebiasaan bertelekomunikasi masyarakat juga sudah bergeser dari telepon tetap kabel (POTS) menjadi telepon bergerak akibat murahnya tarif yang ditawarkan. Hal ini menyebabkan POTS yang diandalkan PT. Telkom Indonesia sebagai penyumbang pendapatan unconsolidated terbesar cenderung untuk terus menurun pendapatannya dari tahun ke tahun. Namun di sisi lain, perkembangan teknologi dan tren industri telekomunikasi dunia juga telah berubah sejak adanya teknologi ADSL 2/2+.
Dengan teknologi ini, dimungkinkan untuk diluncurkannya layanan baru dalam satu kabel telepon yang sama selain layanan telepon, yaitu layanan internet kecepatan tinggi, dan juga layanan yang mampu mendeliver gambar bergerak (video) yang interaktif dalam suatu jaringan yang aman dan handal, dikenal dengan istilah Internet Protocol Television (IPTV). Dengan strategi bundling layanan menjadi triple-play service, layanan IPTV ini dipercaya akan menjadi andalan bagi operator telco dunia sebagai mesin pendapatan baru untuk mengkompensasi turunnya pendapatan dari segmen POTS. Berdasarkan penelitian sebelumnya tentang adopsi peralatan informasi rumah tangga oleh Choi dkk (2003), penelitian ini akan menyelediki pengaruh sikap, norma subyektif dan kontrol perilaku yang dirasakan terhadap motif seseorang untuk mengadopsi layanan IPTV. Dari hasil penelitian terhadap 247 responden yaitu pelanggan Speedy PT. Telkom sebagai pelanggan potensial layanan IPTV di Bandung, diketahui bahwa motif mengadopsi layanan IPTV hanya dipengaruhi oleh kontrol perilaku yang dirasakan, yang dibentuk oleh faktor perubahan teknologi secara cepat dan faktor biaya.
Hal ini disebabkan oleh daya beli sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai negara berkembang yang masih rendah, apalagi untuk mengadopsi suatu teknologi tinggi untuk hiburan di rumah. Dengan demikian, perusahaan penyedia layanan perlu mempersiapkan strategi yang tepat sebelum layanan IPTV ini diluncurkan, yaitu dengan stategi generik yang terdiri atas "diferensiasi layanan" dan "penyedia layanan berharga murah" dalam hal "Kompetensi Pasar"; "pangsa pasar terluas" sebagai target pasar perusahaan dalam hal "Cakupan Pasar"; serta strategi "menunggu dan memperbaiki" dengan menunggu momentum yang tepat sambil mempelajari kekuatan dan kelemahan kompetitor dalam industri televisi berbayar dalam hal "Waktu Pemasaran".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar